Analisis Kelayakan Lokasi Pembangunan Satuan Pengembangan Gizi Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP): Studi Kasus di Kecamatan Muara Bulian
Studi Kasus di Kecamatan Muara Bulian
Keywords:
Keywords: location feasibility, Analytical Hierarchy Process, AHP, nutrition development, decision makingAbstract
Abstrak
The selection of a suitable location for the development of a nutrition development unit is a strategic decision that significantly affects the effectiveness of community nutrition improvement programs. An inappropriate location may limit public access to nutrition services and reduce the utilization of available facilities. Therefore, a systematic and objective decision-making method is required to evaluate multiple criteria simultaneously. This study aims to analyze the feasibility of locations for the development of a nutrition development unit in Muara Bulian District using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The AHP method is applied to determine the priority weights of each criterion and to rank the available location alternatives. The criteria considered in this study include accessibility, proximity to schools, population density, supporting infrastructure, and environmental and safety conditions. Data were collected through field observations, literature review, and expert judgments, and subsequently analyzed using the AHP procedure. The results indicate that accessibility and proximity to schools are the most influential criteria in determining location feasibility. Based on the final ranking results, the alternative location in the area surrounding the BAWASLU Office of Muara Bulian Regency obtained the highest priority score and was identified as the most feasible location for the development of a nutrition development unit. The findings of this study are expected to support local government and related stakeholders in planning effective and well-targeted nutrition development facilities.
Keywords: location feasibility, Analytical Hierarchy Process, AHP, nutrition development, decision making.
Abstrak
Pemilihan lokasi pembangunan satuan pengembangan gizi merupakan keputusan strategis yang berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan program peningkatan status gizi masyarakat. Lokasi yang kurang tepat dapat menghambat akses masyarakat terhadap layanan gizi serta menurunkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan metode pengambilan keputusan yang mampu mempertimbangkan berbagai kriteria secara sistematis dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan lokasi pembangunan satuan pengembangan gizi di Kecamatan Muara Bulian menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP diterapkan untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria dan melakukan perangkingan terhadap alternatif lokasi. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi aksesibilitas, kedekatan dengan sekolah, kepadatan penduduk, infrastruktur pendukung, serta lingkungan dan keamanan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, studi literatur, dan penilaian ahli yang selanjutnya dianalisis menggunakan tahapan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan kedekatan dengan sekolah merupakan kriteria yang memiliki bobot paling tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dan perangkingan, alternatif lokasi di area sekitar Kantor BAWASLU Kabupaten Muara Bulian memperoleh nilai prioritas tertinggi dan dinyatakan sebagai lokasi paling layak untuk pembangunan satuan pengembangan gizi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam perencanaan pembangunan fasilitas pengembangan gizi yang efektif dan tepat sasaran.
Kata kunci: kelayakan lokasi, Analytical Hierarchy Process, AHP, pengembangan gizi, pengambilan keputusan.