Analisis Spasial Persebaran dan Faktor Lingkungan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression (GWR)
Keywords:
Naskah ini merupakan artikel penelitian asli dan tidak sedang dalam proses penilaian di jurnal lain mana punAbstract
Abstrak
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health challenge in tropical and subtropical regions, including Indonesia. The transmission of DHF is strongly influenced by environmental and climatic factors that vary spatially. Conventional global regression models often fail to capture local variations in the relationship between risk factors and DHF incidence. This study aims to analyze the spatial distribution of DHF and model its relationship with environmental factors using the Geographically Weighted Regression (GWR) method in City X. GWR is a local spatial statistical technique that allows regression parameters to vary across geographical locations, providing a more nuanced understanding of local dynamics. The environmental factors used as independent variables include rainfall, air humidity, population density, and the density of larval-free index. Data on DHF cases from 2020-2023 were obtained from the City X Health Office, while environmental data were sourced from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency and the Central Statistics Agency. The results of the analysis show that the GWR model has a better goodness of fit (adjusted R² = 0.75) compared to the global Ordinary Least Squares (OLS) model (adjusted R² = 0.52). The relationship between environmental factors and DHF incidence varies significantly between sub-districts. Rainfall and population density have a strong positive influence in urban centers, while air humidity is a dominant factor in suburban areas. Spatial mapping of the GWR coefficients identifies high-risk zones that require targeted interventions. These findings indicate that DHF control policies must be location-specific, considering local environmental characteristics. This study recommends the use of GWR for more precise and effective spatial epidemiological analysis in supporting DHF control programs.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), spatial analysis, Geographically Weighted Regression (GWR), environmental factors, epidemiology.
Abstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penularan DBD sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan iklim yang bervariasi secara spasial. Model regresi global konvensional seringkali gagal menangkap variasi lokal dalam hubungan antara faktor risiko dan kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial DBD dan memodelkan hubungannya dengan faktor lingkungan menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) di Kota X. GWR merupakan teknik statistik spasial lokal yang memungkinkan parameter regresi bervariasi antar lokasi geografis, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika lokal. Faktor lingkungan yang digunakan sebagai variabel independen meliputi curah hujan, kelembaban udara, kepadatan penduduk, dan kepadatan angka bebas jentik. Data kasus DBD tahun 2020-2023 diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota X, sedangkan data lingkungan bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa model GWR memiliki goodness of fit yang lebih baik (R² disesuaikan = 0,75) dibandingkan model global Ordinary Least Squares (OLS) (R² disesuaikan = 0,52). Hubungan antara faktor lingkungan dan kejadian DBD bervariasi secara signifikan antar kecamatan. Curah hujan dan kepadatan penduduk memiliki pengaruh positif yang kuat di pusat kota, sedangkan kelembaban udara menjadi faktor dominan di daerah pinggiran kota. Pemetaan spasial koefisien GWR mengidentifikasi zona risiko tinggi yang memerlukan intervensi spesifik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan pengendalian DBD harus bersifat lokasi-spesifik dengan mempertimbangkan karakteristik lingkungan setempat. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan GWR untuk analisis epidemiologi spasial yang lebih presisi dan efektif dalam mendukung program pengendalian DBD.
Kata kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), analisis spasial, Geographically Weighted Regression (GWR), faktor lingkungan, epidemiologi..